Sebab Sebab Munculnya Mitos
1. Keterbatasan pengetahuan manusia
Pada saat manusia masih terbatas pengetahuannya, belum banyak yang mereka ketahui. Pengetahuan mereka peroleh dari cerita orang, karena seseorang mengetahui sesuatu hal. Kemudian memberitahukannya lagi kepada orang lain, Apakah yang diketahui sudah benar atau belum, merupakan permasalahan. Dari hal yang tidak benar, kemudian disalahkan setelah ada kebenaran, maka pengetahuan orang tentang sesuatu jadi bertambah.
2. Keterbatasan penalaran manusia
Manusia memang mampu berpikir, namun pemikirannya pelu terus menerus dilatih. Pemikiran itu sendiri dapat benar dapat pula salah, Akhimya penalaran yang salah akan kalah oleh penalaran yang benar. Untuk itu diperlukan waktu guna meyakinkan.
3. Keingintahuan manusia yang telah dipenuhi untuk sementara
Kebenaran memang harus dapat diterima oleh akal tetapi sebagian lagi dapat diterima secara intuisi, yakni penerimaan atas dasar kata hati tentang scsuatu yang benar. Kata hati yang irasional dalam kehidupan masyarakat awam sudah dapat diterima sebagai suatu kebenaran atau pseudo science.
4. Keterbatasan alat Indra manusia
a. Alat penglihatan. Banyak benda-benda yang bergerak begitu cepat sehingga tak tampak jelas oleh mata. Mata tak dapat rnembedakan sepuluh gambar yang berbeda satu dengan yang lain dalarn satu detik. Jika ukuran partikel jauh, maka mata tak mampu rnelihatnya.
b. Alat pendengaran, Pendengaran manusia terbatas pada getaran yang mempunyai frekuensi dari 50 sampai 50,000 hertz per detik. Getaran di bawah 50 atau di atas 30,000 hertz per detik tidak terdengar.
c. Alat pencium dan pencecap, Bau dan rasa tidak dapat memastikan benda yang dicecap maupun yang diciumnya. Manusia hanya bisa membedakan empat jenis rasa, yakni rasa manis, asin, asarn dan pahit. Bau seperti parfum dan bau-bauan yang Iain dapat dikenai oleh hidung kita, bila konsentrasinya di udara lebih dari sepersepuluh juta ppm. Melalui bau, rnanusia dapat rnembedakan satu benda dengan benda yang lainnya. Namun, tidak semua orang bisa melakukannya.
d. Alat perasa, Alat perasa pada kulit manusia dapat membedakan panas atau dingin, namun sangat relatif, sehingga tidak bisa dipakai sebagai alat observasi.
Alat-alat indera tersebut, sangat berbeda-beda di antara manusia. Ada yang sangat tajam penglihatannya, ada yang tidak. Demikian juga ada yang tajam penciumannya, ada yang lernah. Akibat dan keterbatasan alat indera kita, maka mungkin timbul salah informasi, salah tafsir dan salah pemikiran. Latihan dapat meningkatkan ketepatan alat indera, namun tetap sangat terbatas. mengurangi kesalahan pengamatan tersebut.









